finally, I found "the real" love letter. enjoy it!
regards,
PANTAD.
***
Ramadhan 1428 H …..Kepada Sahabatku, Malaysia (dari YMCI)
Posted by: “yusrin fauzi” bojibuldut@yahoo.com bojibuldut
Tue Oct 9, 2007 11:34 pm (PST)
Hai,
sahabatku Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah,
tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu
karena sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan
lupa untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.
Hai sahabatku Malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa
Sayange ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya
irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk
berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang
bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah
lagumu. Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu
lainnya. Kamu mau?
Hai sahabatku Malaysia. Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti
dikunjungi oleh saudara-saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar
biasa. Piring yang kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena
tumpahan kuah, atau sampah yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan
khawatir. Sebab, saudaraku akan memberesi semua yang berantakan itu.
Kalau saudaraku tidak bekerja sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk
saja, disuruh loncat dari jendela, atau gajinya nggak usah diberi.
Bukannya kamu selama ini juga begitu?
Hai sahabatku, Malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau
ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu
oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin
memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau
pohon-pohonku sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di
Sumatera dan Kalimantan sekarang sudah habis olehmu.
Hai sahabatku, Malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu
akan pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus
sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang
sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana.
Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan
lauknya rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah
lho dapat kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN
MALAYSIA. Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep
makanan dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep
khas Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok,
bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak
marah.
Hai sahabatku, Malaysia. O ya menjelang lebaran nanti tanggal 10
Oktober ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan
Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia
bapak-ibu guru kami
mengajari anak-anak Malaysia pendidikan. Bahkan sampai sekarang pun
masih banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di sana. Wah, kalau
kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. Karena bagi aku
guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi kalau kamu
melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar saja.
Hai sahabatku, Malaysia. Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana.
Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan
INDON. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu juga
sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka. He he
he he....
Hai sahabatku malaysia kenapa kamu garang ketika lagu-laguku di putar
di sana, apakah karena kamu tidak bisa menciptakan lagu sendiri...
hanya lagu isabela adalah.... hahahah lagu kami banyak dan musisi kami
juga banyak coba denger deh pasti enak-enak jangan marah donk kalau
engga bisa bikin lagu...
Hai sahabat ku malaysia, kamu engga punya alat musik sendiri ya, ketika
alat musik ku angkulung dibuat dari bambu yang kamu klaim milik kamu,
ternyata warga mu belajar angklung dari bandung... tenang aja kami
punya alat musik masih banyak, kamu tinggal pilih sendiri hehehehe,
kasihan kalian tidak punya darah seni...heheheheh. ..
Hai sahabat ku malaysia, kalian selalu menganggap warga kami sebagai
pembuat onar, tetapi media masa mu mengatakan kejahatan dilakukan oleh
wargamu sendiri, lempar batu sembunyi tangan hahahaha, biasa tabiat
orang muda tidak mau tanggung jawab.
Hai sahabatku malaysia selamatya ketika kamu klaim pulau sipadan dan
ligitan sebagai wilayahmu, kami maklum karena sempitnya wilayahmu
sehingga kamu minta setitik pulau kami, tenang kami tidak marah karena
kami punya jutaan pulau kamu tinggal pilih saja.
Hai sahabat ku malaysia kamu klaim budaya dayak sebagai budayamu,
padahal kamu hanya numpang sedikit wilayah borneo, apa karena tidak
mempunyai kebudayaan sehingga kamu mengambil budaya kami.. tenang kami
punya suku lain kok ada sunda, jawa, menado, papua, ambon, adakah yang
kamu tertarik untuk diakunya lagi... kasian ya suka ngaku-ngaku
Hai sahabat ku malaysia, katanya kamu mengaku sebagai negara islam
tetapi, kamu melegalkan judi sebagai pendapatan negera, hahaha, maka
kamu masuklah islam secara keseluruhan, apakah kamu belajar islam
membolehkan berjudi hehehehh, makanya belajar islam dari sumbernya..
kami memiliki kiai dan ustad yang banyak, kalau perlu belajarlah disini
akan kami sambut dengan senang hati.
Ya sudah sahabatku, Malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini,
kuucapkan kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan
sedih.... aku, Indonesia nggak apa-apa kok.Aku selalu paham kok kalau
kamu memang begitu, dan memang sifatnya begitu. aku juga paham kamu
begitu karena kamu tidak memiliki jadi kamu curi saja semua dari ku
sahabat mu Indonesia, tapi sebagai sahabat yang baik aku telah
memaafkan semuanya, karena aku tau kamu kekurangan jadi kamu terpaksa
harus mencuri... dariku semoga allah memberkati dan memaafkan atas
tindakan mu itu... selamat idul fitri sahabat mu indonesia yang selalu
memahkan kesalahan mu, karena aku lebih bijaksana dan pengertian.. ..
hahahaha
dari sahabat sejati mu,
Indonesia
original message by arulkhana title "Kepada sahabatku, Malaysia