Sunday, September 9, 2007

behind the scene.

orang indonesia itu dramatis ya? mudah terbuai, terhanyut, serta tersentuh sama kisah2 sedih yang kemudian akhirnya jadi bersimpati.

dimulai dengan munculnya nama veri afi (cari linknya sendiri di google) sebagai finalis akademi fantasi indosiar I (afi I), drama reality show indonesia dimulai. background veri yang notabene berasal dari keluar ngga mampu diexpose dan explore terus2an sepanjang konser eliminasi afi musim I yang pada akhirnya bikin ibu2 jadi jatuh hati (?) dan mau nge-vote buat dia. padahal secara kualitas, dia jauh berada di bawah runner up-nya. maka gua menilai afi I sepanjang hayatnya hanya menjual kisah sedih si veri2 itu.

beberapa tahun kemudian, muncullah nama ihsan dan dirly. dua cowo ini masih 16-17 tahunan waktu ikut indonesian idol tahun kemarin. mereka juga berasal dari keluarga ngga mampu, terutama ihsan yang katanya bapanya tukang beca. hal itu juga yang mungkin menarik simpati masyarakat indonesia dalam nge-vote idolanya. secara kualitas, gua menilai vokal mereka ngga bagus, tapi gua maklum, karena kontestan indonesian idol saat itu emang pada jelek2.

realiti show terbaru, mamamia, kayaknya juga pake strategi ini bermodal background ajeng dan mama cindy yang kesehariannya ngamen di jalanan, serta the blind girl fiersha dan mama ace. tapi gua akuin, ajeng dan fiersha sama2 berkualitas. jadi kisah sedih mereka itu cuma bumbu, motornya tetep prestasi mereka. walopun gua mau jujur dikit, kalo gua agak kurang sreg sama mamanya fiersha. soalnya gua ngerasa dia terlalu pede dan yakin weakness anaknya itu bisa dia manfaatin sebagai strength (you know what i mean). melatih anak dengan kekurangan seperti itu memang sulit, salah2 anaknya bisa terlalu pede. nah ini, ibunya yang kepedean *menurut gua*.

tiga contoh reality drama indonesia di atas tadi gua rasa cukup mewakili bagaimana para produser senang sekali meng-explore kehidupan pribadi calon bintang buat dapetin simpati pemirsanya. mungkin itu udah list nomor 1 dalam strategi marketing mereka.

gimana yaa.. apa kita mau begini terus2an?

pada akhirnya, seleksi alam yang terjadi. yang kuat bertahan, yang lemah bakal mati.
mana tuh sekarang veri afi, si juara I afi pertama?
mana juga prestasi ihsan dan dirly di bidang-nya? walopun mereka udah dapet banyak penghasilan dari sinetron *alhamdulillah*, tapi itu bukan pembuktian sebagai juara indonesian idol yang nyata2 merupakan kontes menyanyi.

gua rasa para pemilih waktu itu ngga tau apa arti sebuah suara. seharusnya, suara itu diberikan untuk sebuah tuntutan, lengkapnya tuntutan untuk sebuah pembuktian! bukan semata2 karena simpati! gua geregetan kalo inget kenyataan yang kayak gini! udah gitu artisnya juga ebleh, udah dipilih, dapet banyak duit + hadiah, bukannya ngasih pembuktian, malah ngeles dan decline dengan sendirinya. ngga tau malu.

kalo pernah baca postingan gua sebelumnya, gua pernah nulis bahwa indonesia belum mampu memilih idolanya. ya mungkin memang itulah kenyataannya. huff.. kenyataan kayak gini bikin gua sedih sekaligus sebel. segala penilaian dilakukan secara subjektif, kalo ada kisah sedih dikasih nilai plus.

sekarang mari kita liat beberapa waktu ke depan gimana kiprah ajeng dan mama cindy (walopun mereka udah tereksekusi), serta fiersha dan mama ace. semoga mereka bisa menutup drama favorit indonesia ini. amin.


cheers,
pantad.

go to indonesian idol? uhm.. *thinking*