Sunday, May 20, 2007

a path to perfectness..

Gue emang gak sempurna untuk dia. Tapi gue-lah yang paling sempurna untuk dia. Gue satu-satunya cewe yang bisa bikin dia memohon untuk ngga ninggalin dia. Gue satu-satunya cewe yang bisa bikin dia ngurangin sifat egonya.

Gue gak pernah jadi cewe yang baik buat pacar2 gue.
Dan gue memang bukan cewe yang baik.
Tapi dia bilang, kalo gue adalah cewe yang baik banget.

Apa dia 'hina'?

Bukan.

Karena ini semua bagian dari hidup.
Dalam hidup, selalu ada perubahan. Dan gue memiliki keinginan untuk membuat perubahan dalam hidup gue.

Membuat perubahan itu gak semudah yang kita kira. Gue jatuh, dan gue harus bangun lagi walaupun gue kesakitan. Gue harus bisa ngerubah semuanya ke arah perbaikan. Demi sebuah perbaikan, gue rela berubah! Gue rela kesakitan! Gue rela kehilangan!

Mungkin gak semua dari kalian tau/ngerti gimana kehidupan gue sebelumnya. Sebagai gambaran, gue adalah cewe broken home yang egois. Dalam hal pacaran, gue maunya 'diladenin', nakal, gue bertindak semau gue tanpa berpikir. Gue gak mau long distance, gue harus diperhatiin tiap jam, harus ketemu tiap hari, gue gak mau dia jalan sama cewe lain, pokoknya semua harus berjalan seperti yang gue mau! Titik!

And guess what, pada satu titik, gue dihadapi pada satu kenyataan kalo gue harus milih: jalanin ini, atau kehilangan dia.

Waktu gue lagi di China, gue ditembak sama temen gue yang lagi studi di Jerman. Long distance? Anj*ng, ngga banget! Walopun 2-3 bulan ke depan, gue sama dia sama2 udah di Jakarta lagi. Pertimbangan lainnya, dia udah mau kerja, otomatis dia ngga punya waktu banyak buat gue. Anj*ng lagi! Ta*! Belum lagi gue tau banget dia orangnya agak cuek walaupun saat2 tertentu bisa romantis banget.

Di saat itu, gue inget kata2 temen gue (she's the owner of this Blog -- thanks sist!) jaman dahulu kala, she said, "Sampai kapan lo mau pertahanin ego lo yang kayak gini? Apa lo mau ngorbanin harapan lo demi pertahanin ego lo? Udah bukan waktunya lagi bagi lo untuk jadi cewe childish!". Di lain kesempatan dia pernah bilang, "Kita kan manusia, cuma bisa jalanin apa yang kita mau. Kalo yang terjadi di luar ekspektasi, di situlah ada Kuasa Tuhan. Lo percaya aja, kalo emang niat lo baik, dan ngejalaninnya juga baik, segalanya juga bakalan berjalan dengan baik."

Dari sanalah gue berani membuat perubahan. Gue kalahin semua ego gue, hanya untuk 1 hal: untuk diri gue sendiri. Setelah itu gue baru bisa mikirin imbasnya ke orang lain.

Jalaninnya emang berat banget. Kadang2 makan hati. Tapi hidup gue lebih baik. Dan jauh lebih baik.

Gue beruntung bisa lahir di dunia ini dan jadi pacar seorang Aidil. Walaupun bukan tipe ideal gue semasa gue masih mengharapkan kedatangan Prince Charming, tapi dialah satu2nya cowo yang bisa nuntun gue ngejalanin hidup ini, dia cowo yang dengan sabar meluk gue di saat gue rapuh, dia yang bikin gue bangkit di saat gue putus asa, dan dia cowo yang ikut senyum bahagia di saat gue lagi seneng (see -- the weaknesses).

Dan kehadiran dia dalam hidup gue udah buktiin suatu hal: kesempurnaan itu ada di balik ketidaksempurnaan.


Love,
Sabrina Diandra Panjaitan


my comment:
the road toward perfectness never ends =]
thanks for the share, ndra!